Thursday, December 22, 2011

Allah masih sayang kamu

"papaaaa . ." teriak Nisa yang langsung dipeluk papanya dikamar mandi.
sudah 8hari Nisa dirawat dirumah sakit karena demam berdarah, dan hari ini hari dimana Nika mengalami koma.

di samping Nisa berbaring ada mama yang tidak henti-hentinya melafalkan ayat suci Al-qur'an dan menitikan air mata.
Papa langsung keluar kamar, didepan kamar rawat inap papa sudah tertunduk lesu.
"ya Allah kalau engkau lebih sayang Nisa anakku, hamba ikhlas" kata papa dalam hati.
Seorang dokter menghampiri papa, "Pak mari kita berdo'a bersama, hanya mukzizat Allah Nisa bisa sembuh, kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Trombosit orang normal 150-200.000/ µl, sedangkan trombosit Nisa hanya 14. Nisa termasuk anak yang kuat, kalau ini menimpa orang lain pasti pembuluh darahnya sudah pecah"

2jam pun berlalu, pelan-pelan Nisa membuka matanya, samar-samar Nisa melihat mama papanya disebelah dan bang Adi yang duduk lemas dikursi rodanya dengan selang infus yang masih menancap dilengannya.

Bang adi?siapa dia?
Bang Adi itu kakak Nisa, dia juga terserang demam berdarah, dirawat dirumah sakit yang sama, hanya berbeda kamar.

"pa, ma, bang" ucap Nisa lirih melihat orang-orang yang dia sayang ada disebelahnya dengan kabel-kabel pendeteksi jatung, selamg oksigen dan infus yang masih menancap ditubuhnya.
"Alhamdulillah" ucap papa, mama dan bang Adi sambil memeluk Nisa.

Mama: "kamu nggak kenapa-kenapa nak?ada yang sakit?."
Nisa: "enggak ma, Nisa ga kenapa-kenapa."

Tatapan mata Nisa tidak lepas dari raut muka papa, ada bekas air mata di sudut mata papa. Ini kali keduanya Nisa melihat papa nangis.

Nisa: "papa kenapa?Nisa ga kenapa-kenapa kox, Nisa kuat."
papa: "papa ga kenapa-kenapa kox sayang", sambil menciumi kening Nisa.

setelah 12 hari Nisa dirawat dirumah sakit, ahirnya Nisa diperbolehkan pulang.
sebelum pulang Nisa berpamitan dengan dokter Ikhsan dan para suster yang telah merawat Nisa.

sampainya dirumah Nisa menanyakan kenapa waktu dirumah sakit dia sampai mengalami koma.
papa hanya menjawab: "Allah masih sayang kamu nak, jangan pernah sia-siakan kesempatan keduamu"

Wednesday, December 21, 2011

"Aku Benci Mama"

Dapet cerita ini dari forum sebelah



Mamaku hanya mempunyai satu mata, aku membencinya. Dia memalukan bagiku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami

Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu mengacuhkannya dan berlari pergi

Keesokan harinya, teman-temanmgejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang, aku berteriak padanya, “kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja?!”. Aku benar-benar sangat marah saat itu

Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak behubungan dengan dia sama sekali. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di Singapura

Aku menikah, punya anak dan bahagia dengan kehidupanku

Sampai suatu hari, mama datang ke Singapura untuk menjenguk. Saat di depan pintu, anak-anakku melihat dan ketakutan. Saat itu juga aku berteriak, “beraninya kau datang ke rumahku. Pergi dari sini, kau hanya menakuti anak-anak !”

Dia terkejut dan menjawab, “maafkan saya, mungkin saya salah alamat”

Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat satu rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tau dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal. Aku tidak meneteskan air mata

Tetanggaku memberikan surat yang mama ingin aku membacanya

“Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat. Maafkan aku datang ke Singapura dan menakuti anak-anakmu dan juga maafkan aku membuatmu malu di depan teman-temanmu dulu. Semoga kamu mengerti, waktu kecil kamu kecelakaan dan kehilangan satu mata. Sebagai mama, aku tidak sanggup melihatmu tumbuh dengan satu mata. Jadi aku memberikan milikku. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu. With love, mama J “

sekian ceritanya, apa pendapat anda tentang cerita ini?

Mama

mama, dulu waktu mama ngandung uthi selama 9bulan mama capek ga?
pasti capek
tapi mama hebat ga pernah ngeluh

mama, dulu waktu mama berjuang melahirkan uthi mama takut ga?mama pilih uthi yang selamat atau mama yang selamat?
pasti dulu mama pilih anak mama ini lahir dengan selamat
mama hebat

mama, kata papa dulu waktu mau lahiran mama harus 2x balik ke RS ya?gara-gara uthi susah keluarnya. mama gondok ga sih ama uthi?
pasti enggak, kan mamaku ini hebat

mama emang bawel, tapi uthi tau mama bawel pasti buat kebaikan uthi
mama selalu ada kalo uthi butuhin mama
mama yang ada di samping uthi waktu uthi koma di RS
mama yang nganterin uthi sekolah pertama kali waktu SD pake sepeda
kalo mama marah pasti karena uthinya nakal
mama yang nemenin uthi belajar waktu mau UAN, jagain anaknya biar ga internetan dulu.
mama juga ikut degdegan waktu nungguin pak pos datang buat ngasih surat pengumuman lulus atau enggak
mama yang pertama kali ngelarang untuk ga pacaran lagi sama si "X".hihihi
mama ngelarang uthi pacaran lagi setelah putus dari "X", uthi tau kenapa mama ngelarang, mama ga mau kan anak mama ini disakitin lagi sama orang lain?
tapi sekarang mama udah ngijin uthi buat punya pacar lagi
:D
makasih mama
:)

banyak banget yang belum uthi tulis disini semua kebaikan mama, yang uthi tau mama pasti menginginkan semua hal yang terbaik buat anak mama ini.

mama, sebelumnya setiap tanggal 22 Des uthi ga pernah ngucapin apapun ke mama, uthi malu ma, uthi cuma bisa bantuin mama apapun di hari itu, tapi hari ini untuk pertama kalinya uthi mau ngirim ucapan ke mama

"Ya Allah tolong jaga mama papa uthi seperti mereka menjaga aku.
Uthi ga tau musti gimana ngucapinnya, uthi cuma mau bilang uthi sayaaaaaang mama, makasih mama udah mau jadi My Angel di hidup uthi, makasih juga buat papa yang udah mau jadi My Hero di hidup uthi.
Selamat hari Ibu ma
:*
#ciummama"

balasan sms dari mama
"Tumben
makasih uthiku"

gleek . .
tuh kan mama bilangnya tumben
apapun balesan mama yang penting uthi sayang mama
bukan cuma tanggal 22 Des uthi sayang sama pemilik rahim itu, tapi setiap hari sayang uthi buat mama.

Happy Mothers Day

*nyanyi dikit ah
kasih ibu kepda beta
tak terhingga sepanjang masa
hanya memberi tak harap kembali
bagai sang surya menyinari dunia ..

Wednesday, November 30, 2011

STAPLER atau PENGOKOT???

tugas dari kampus maksa uthi buat ke tempat fotocopyan, waktu lagi nunggu hasil fotocopyannya iseng-iseng megang barang yang satu ini.
sempet mikir sebenernya nama barang ini dalam bahasa Indonesia yang bener apa ya?
kalo kata uthi sih ini staples.
iseng-iseng nanya orang-orang yang ada disitu.
rata-rata jawaban mereka: cekrekan, steples, stepler, bahkan ada yang bilang ceprotan.
aduh-aduh jadi kepikiran .Ga penting sebenernya, tapi berhubung uthi orang Indonesia masa' ga tau nama yang bener apa, setelah hasil searching sana-sini ketemu deh.
Jawabannya ditemukan dari majalah Tempo edisi 6-12, halaman 10, dalam kolom surat pembaca.

Kutipannya adalah:

"imbauan kepada seluruh masyarakat untuk memperlakukan uang rupiah dengan baik, di antaranya dengan tidak melipat, mengokot (stapling)

"STAPLING = MENGOKOT

Dengan demikian aman untuk kita simpulkan bahwa ternyata nama resmi untuk stapler adalah: PENGOKOT...!!!

Mari bersama-sama kita gunakan istilah resmi ini, untuk mempercepat proses penyerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.


Tapi berhubung ini lidah lebih sering nyebut itu benda dengan sebutan STAPLER dari pada PENGOKOT, ya mending pake nama stapler aja deh dari pada nih lidah keseleo.

Thursday, October 20, 2011

Sahabat Sejati

Dia menyanyangimu tapi bukan kekasihmu,

Dia perhatian kepadamu tapi bukan keluargamu
Dia siap berbagi rasa sakit tapi dia tidak berhubungan darah denganmu
Marahnya seperti Ayah
Pedulinya seperti Ibu
Mengganggunya seperti Kakak
Mengesalkannya seperti adik
Dan terakhir, menyanyangi lebih dari kekasih
Dia adalah sahabatmu..

Sahabat sejati..

Wednesday, October 19, 2011

Aku bukan anak haram

pria muda, gagah dan tegap itu pun menitikan air mata.

"yah, rumah tua ini yang bisa membuatku menitikan air mata." sambil tersenyum ke seorang wanita cantik yang ada disebelahnya.

----------------------------------------------------------------------------------------------------
Kehidupan memang tidak selamanya indah kadang bisa rumit kadangpun bias susah. Itu yang terjadi kepada setiap manusia. Bagi siapapun pasti itu menjadi kendala yang sangat rumit. Entah kenapa itu datang begitu saja. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya. Itu menurut pepatah , tapi tidak menurutku.

Semua berawal dari 24 tahun silam, ketika bayi mungil bernama Gilang Ramadhan lahir ke dunia ini. Tangisan kencangku di sambut oleh senyuman seorang wanita berkulit keriput yang tidak lain dan tidak bukan adalah nenekku sendiri, dan tangisan bahagia dari seorang ibu muda.

Entah kenapa semua itu teringat seperti misteri. Semua tidak menginginkan nya. Tak tau apa yang ada dalam hidup ku ini. Aku selalu bertanya… “kenapa, kenapa seperti ini ?. apa yang salah dari diriku ? kenapa harus aku ?”. sejak kecil diriku selalu tersisih oleh yang lain. Aku pun tak tau mengapa.

Lagi-lagi ingatanku terbuka ketika melihat rumah tua ini, semua kejadian yang pernah ku alami tak pernah sirna dari pikiran ku. Mungkin mereka sudah lupa !.

Waktu umurku di bawah 5 tahun semua yang ku almi sangat buruk. Bayangkan seorang anak kecil di bawah 5 tahun di jauhi oleh anak sebayanya “mengapa ?” kalian lihat anak ayam dan induknya ?, anak ayam selalu mengikuti apa yang di lakukan dan di perintahkan induknya. Sama seperti itu mereka pun mengikuti apa kata orang tuanya.

Orang orang itu tak jauh adalah saudaraku sendiri. Ya seperti itu, anak anaknya tidak di perbolehkan main dengan ku. Mereka bilang aku anak haram.

Ibuku seorang wanita yang tangguh, tegar, dan penuh kasih sayang. Beliau hanya seorang penjahit rumahan, kehidupan kami bergantung pada belas kasihan pelanggan-pelanggan ibu. Ayah? sampai detik ini pun aku tak tahu bagaimana wujud ayahku, dan aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.

Ketika umurku 8 tahun, aku sempat berontak dengan keadaanku.
Aku berebutan mainan dengan teman seumuranku, karna tubuhku yang lebih kuat maka mainan itu jatuh ketanganku sampai-sampai temanku itu menangis. Ibu temanku itu menghampiri kita dan langsung membentakku "Dasar anak haram, bisanya cari masalah saja". Aku hanya bisa menangis sambil berlari menuju rumah. Sampainya dirumah aku bertanya kepada Ibu sambil menangis. "Ibu, apa itu anak haram? kenapa teman-temanku tidak mau bermain denganku? kenapa mereka menyebutku anak haram?". Ibu langsung memelukku sambil berbicara "Gilang sayang, gilang bukan anak haram, gilang anak Ibu, biarkan saja mereka bilang apapun tentang Gilang ataupun Ibu. Gilang tetap anak Ibu yang paling Ibu sayang".

Sejak saat itu aku tidak pernah peduli apa kata orang lain. Yang paling penting dalam hidupku adalah Ibu.

Tapi lama kelamaan Ibu tidak kuat dengan cemoohan sekitar, bahkan cemoohan dari saudara-saudaraku sedniri. Ibu mengajakku pindah rumah. Dirumah yang baru perekonomian kami membaik, makin banyak orang yang memakai jasa Ibu. Akupun sudah masuk Sekolah Menengah Pertama di salah satu SMP Negeri Unggulan di daerahku dengan beasiswa. Setidaknya aku bisa meringankan beban Ibu untuk biaya sekolah.

Umur Ibu kini sudah tidak muda lagi. Pada sore hari ketika Ibu sedang menyiram tanaman, aku memberanikan diri untuk bertanya kepada Ibu siapa ayahku sebenarnya.

Ibu langsung menaruh selang yang sedang ia pegang dan duduk disampingku. Beliau menjelaskan kenapa semuanya harus kami alami. Dulu aku memiliki seorang ayah, Ayahku seorang pria yang tampan dan gagah, wajahnya juga mirip sekali denganku. Ini aku ketahui ketika Ibu memperlihatkan sebuah foto hitam putih lama miliknya. Ketika aku masih dalam kandungan, Ayah terpaksa meninggalkan kami. Beliau menyalonkan diri sebagai salah satu pemimpin di daerah, dan untuk memenagkan pemilihan itu Ayah harus menikah dengan seorang wanita dari salah satu anak pemimpin terdahulunya. Yah . . jabatan memang lebih penting menurutnya. Beliau tega meninggalkan Ibu sendirian dengan diriku yang masih berada dalam kandungannya tanpa memenuhi kewajibannya sebagai Ayah. Dunia sudah membuat Ayahku gila. Tapi bagaimanapun dia tetap ayahku, dan aku tetap sayang kepadanya walaupun sampai detik ini aku tidak pernah berkomunikasi bahkan bertatap muka dengan beliau.

:)

Goresan tiga dimensi-Nya

Semakin dewasa semakin aku menyadari dengan sempurna tanganNya terus menggores disetiap langkah, pengalaman dan perjuangan hidupku. 
Aku percaya sampai saat inipun Dia terus dan terus melukis alur hidupku hingga menjadi sebuah lukisan tiga dimensi yang selalu ada dua unsur warna ; gelap dan terang. 
Aku sadar, hidupku tidak hanya digoresNya dengan dua warna dasar saja, tapi warna warni keceriaan. 
Aku tahu, Dia mengiginkanku merasakan semua warna kehidupan, semua yang dibutuhkan di dunia ini. 
Dari awal Dia telah memberikan isyarat padaku lewat goresanNya, dan goresan itu pula yang mendorongku untuk berani melangkah. 
Dia telah menyelipkan rencana yang indah dan akan dinyatakan pada waktu yang tepat dengan cara yang ajaib.